Jumat, 18 Maret 2011

DIAH ROSHANAH P

Nama saya Diah Roshanah P
lahir di Batam,15 April 1995
rumahnya di Legenda Malaka C5 NO.6
Citacita saya ingian jadi arsitek, ntar kalo mau buat rumah kolingkoling saya aja yaa, ehehheh :D
hobby saya itu shopping,tidur, berenang, dll
saya org nya penakut, apalagi kalau di tinggal sendirian dirumah, bisa nangis sampe mata saya tuh bengkak,hehehehehe
saya itu paling gak suka sama yang nama nya makan, karna makan itu tidak enak, makanya saya kurus gini :D

pelajaran yang saya sukai itu kimia,matematika,dan fisika, saya kurang memahami pelajaran biologi, karna biologi itu kebanyakan menghapalnya, jdi saya kurung bisa menghapal.







saya bersekolah di SMA12BATAM, sebenarnya saya tidak niat sekolah sini.
 tapi lama kelamaan saya lumayan betah, karna saya mendapatkan teman2 yang asikk.
yaitu Andesta Rahma P.R , Siti Rahmania , Yordha Octaria.


 Andesta Rahma P.R

sekarang andesta itu bersekolah di bandung, dia perginya tibatiba kami aja enggak tau kalau dia pergi hari senin, jadi sekarang kami tinggal ber3.













Yordha Octaria


kalau yorda dia anak kecilkecil kaya kurcaci, dia itu jago masak, kami selalu minta di ajarin masak sama dia, tapi dia sangat kasihan, dia itu selalu jadi bahan ledekan kami. dan dia anaknya cenggeng, nyebelin kadang kadang asiik sii.





Siti Rahmania
 nia anaknya pintar, baik. kami itu di bilang perkumpulan kurcaci








































READ MORE - DIAH ROSHANAH P

Minggu, 13 Maret 2011

SAPISAPI

Gigi Palsu Sapi

 

sapi, menghabiskan waktu untuk mengunyah makanan rata-rata 15 jam perhari. Ketika Sapi mencapai  usia delapan tahun, sebagian giginya akan tanggal. Akibatnya Sapi tidak lagi bisa mengunyah, dan perlahan berat badan akan turun dan berpengaruh pada produktifitasnya.


Para peternak di Negara Argentina, yang membesarkan sapi-sapi perah mereka  di padang La Pampas yang legendaris, mempunyai satu cara untuk mengatasi hal ini. Mereka memasang gigi prosthesis, yaitu gigi palsu  untuk menggantikan bagian gigi sapi yang hilang.

Teknologi prosthesis untuk gigi sapi, ditemukan oleh  Osvaldo Errobidart, dua puluh tahun yang lalu,  dan langsung diterapkan dalam skala besar oleh para peternak sapi di Kota Laprida, Buenos Aires.
Gigi yang terbuat dari besi tahan karat ini hanya membutuhkan waktu 30 detik untuk memasangnya. Ini merupakan solusi hemat dan praktis untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Oleh beberapa peneliti, gigi palsu dianggap dapat  membuat mulut sapi  mudah terinfeksi bakteri. Namun seorang dokter hewan dari Universitas Buenos Aires, Marcelo Zurita, mengatakan bahwa tidak menjadi masalah memasangkan gigi palsu pada sapi yang telah dewasa, karena sapi dewasa dapat membangun sistem kekebalannya sendiri dan merespon baik setiap infeksi dari luar.

 

Jenis Iklim Untuk ternak sapi

 

 

Hewan ternak akan hidup dengan nyaman apabila berada di daerah yang memiliki iklim ideal yang sesuai dengan  spesies mereka. Apabila hewan hidup di lingkungan yang bersuhu kritis (suhu diatas atau dibawah normal) maka hewan akan dipaksa untuk beradaptasi. Akibatnya, hewan akan mengalami stress, yang akhirnya kembali kepada tingkat pertumbuhan dari hewan ternak tersebut.

Iklim di Indonesia pada umumnya tergolong panas dan lembab, dengan curah hujan rata-rata diatas 1.800 mm/tahun, kelembaban udara diatas 60 %, serta perbedaan suhu udara antara siang dan malam sekitar 2 – 5 derajad celcius. Akan tetapi sesungguhnya ada beberapa  tipe iklim yang ada di Indonesia yaitu :
Tipe Iklim basah
Daerah dengan tipe ini memiliki suhu sedang dengan curah hujan yang sangat tinggi yang menyebabkan kelembaban udara pun menjadi sangat tinggi. Daerah ini biasanya memiliki hutan lebat dengan pepohonan dan semak-semak yang tumbuh rapat. Di daerah ini pepohonan  dapat tumbuh dengan cepat termasuk hijauan pakan ternak.  Oleh sebab itu daerah ini ketersediaan  hijauan pakan ternak terjamin sepanjang tahun. Akan tetapi , daerah seperti ini juga memiliki beberapa kekurangan seperti :
  • Produk-produk hasil peternakan yang berkadar protein tinggi cepat membusuk  karena bakteri dan parasit hidup subur di daerah seperti ini.
  • Curah Hujan yang tinggi cenderung menggerus lapisan tanah atas (top soil) pada lahan-lahan yang ditanami hijauan pakan ternak. Sehingga apabila digunakan untuk penanaman hijauan, nilai gizi seperti protein dan mineral yang terkandung dari hijauan pakan ternak yang dihasilkan bernilai rendah
Tipe Iklim Setengah Basah
Daerah ini memiliki suhu yang relatip tinggi pada musim panas dan kelembaban yang rendah pada musim hujan. Umumnya merupakan padang rumput dengan pepohonan lebat yang biasa disebut sebagai “Savana”. Contohnya adalah daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Kekurangan dari daerah ini untuk pemeliharaan sapi adalah tidak ada jaminan kontinuitas hijauan pakan ternak.
Tipe Iklim Setengah Kering
Daerah ini ditandai dengan kelembaban yang rendah karena matahari yang selalu bersinar cerah dengan curah hujan sedikit serta perbedaan suhu antar siang dan malam cukup terasa. Umumnya berupa padang rumput berukuran pendek diseling dengan pepohonan yang terpencar-pencar atau biasa disebut sebagi “Stepa”. Walaupun di daerah beriklim seperti ini, bakteri dan parasit tidak terlalu mengganggu karena mudah diberantas, usaha peternakan sapi tidak dapat berjalan dengan baik, karena ketersediaan air selalu menjadi masalah.
Tipe Iklim Kering
Pada tipe iklim ini, curah hujan sangat rendah sehingga tumbuhan pun sangat jarang. Daerahnya ditandai dengan padang pasir. Daerah ini tidak direkomendasikan untuk peternakan karena hijauan dan air sulit diperoleh.

 

READ MORE - SAPISAPI